Selasa, 14 Agustus 2012

Kumpulan Soal Tes CPNSD

silahkan dipelajari
Man Jadda Wajada
Man Jadda Wajada ( من جدّ وجد ) siapa yg bersungguh-sungguh dia akan berhasil
silahkan soal-soal berikut dipelajari dngn sungguh2
kmudian berdo'a kepada ALLAH SWT smoga smuanya dilancarkan
jngn takut kpd KKN (Korupsi, Kolusi dan Neponisme)
krn kalau ALLah sudah berkehendak (kunfayakun) terjadilah maka terjadi
tidak akan ada satu Makhluk-pun yg dpt menghalangi
percaya & yakinlah bhwa kekuasaan ALLAH itu ada
smoga berhasil bwt smuanya.......hindari KKN
carilah rezeki yg halal dngn tidak menyingkirkan hak orang lain

1. soal UUD & Amandemennya
2. Kebijakan Pemerintah
4. B.Indonesia
5. Falsafah & Ideologi
6. Sejarah Nasionl Indonesia
7. Tata Negara
8. Tes Bakat Skolastik
9. Lawan kata ( Antonim )
10. Persamaan Kata
11. Padanan Hubungan
12. Arismetik
13. Logika Angka
14. Logika Arismetik
15. logika Formil
16. Menggambar
17. Test Seri
18. Test Reading
19. B. Inggris
20. Toefl Dasar
21. Wartegg Test
22. Test Koran
23. Kumpulan Soal
24. Soal Pemkab
Mohon Maaf apabila soal-soal di atas kurang lengkap
silahkan nanti pelajari di bawah ini, siapkan diri antum untuk menghadapi  TES KOMPETENSI DASAR
Tes Kompetensi Dasar
a. Tes Pengetahuan Umum (TPU): berisikan materi2 umum, seperti UUD, tata negara, kebijakan pemerintah, dsb.
b. Tes Bakat Skolastik (TBS)
Berisi kemampuan dasar yang kita dapatkan dari sekolah, seperti: sinonim, deret bilangan, analogi, penalaran, dll.
c. Tes Skala Kematangan (TSK)
Tes ini bertujuan mengetahui tingkat kematangan berfikir kita dan menyangkut kegiatan sehari-hari dalam mengambil tindakan, pilihlah jawaban yg POSITI

Smoga pengalaman pribadi ini dpt brmanfaat bagi smuanya

LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH. "tiada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah"




Selasa, 27 Desember 2011

guru boleh marah tidak ya????

Guru pun Boleh Marah!

oleh Noveri Maulana seorang pengajar muda di http://indonesiamengajar.org/ 
Hampir sudah dua bulan aku menginjakkan kaki di Tanah Mandar ini. Kabupaten Majene, Sulawesi Barat ini benar-benar memiliki pesona yang luar biasa. Walau ditempatkan di puncak bukit nan jauh dari jalan raya, tapi dari halaman sekolah pun aku bisa menatap hamparan laut Selat Makassar dengan indahnya. Sungguh, sebuah anugerah Tuhan yang tentu tak akan pernah aku lupa.
Dua bulan bukan waktu yang singkat untuk menelusuri setiap jiwa murid-muridku. Walaupun SD kami hanya memiliki 55 orang murid saja, tapi hal ini bukan alasan untuk mengganggap remeh mereka. Justru, dengan jumlah yang sedikit ini lah aku mendapat tantangan yang jauh lebih besar untuk menyelami setiap perilaku dan perangai ‘unik’ mereka. Hidup di tengah hutan di puncak bukit seperti ini sangat mempengaruhi pola pikir anak-anakku. Di daerah kecamatan kami, anak-anak gunung terkenal lebih “nakal”, susah diatur, dan lebih banyak bermasalah dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di daerah pesisir yang memiliki kemudahan segala akses dan fasilitas ‘mewah’ layaknya orang berpunya. Anak-anak gunung seringkali dianggap sebagai orang yang memiliki kepribadian keras, susah diajak kompromi dan lebih baik dipukul daripada dinasehati. Yeah, that’s how it works in here!
Tapi aku, sedari awal berusaha untuk terus menjaga pikiran positif, berusaha untuk terus menganggap bahwa anak-anak ini adalah bintang dengan keahliannya masing-masing. Anak-anak ini adalah ciptaan Tuhan yang memiliki keunikannya tersendiri. Semakin aku mengingat hal itu, semakin besar optimisme yang terbangun di dalam hati. Jadi, tak ada alasan bagiku untuk serta merta hanyut dalam stereotype yang tak berguna, terkubur dalam pikiran naif dan asumsi sempit orang-orang yang tak begitu tahu kondisi dan realita.
Karena itu, dua bulan bagiku adalah waktu yang cukup panjang guna mendalami setiap karakter dari murid-muridku ini. Unik, lucu, bikin gemes, tapi tak sedikit juga yang mengundang amarah, mengaduk emosi, dan meruntuhkan benteng kesabaran. Akan tetapi, bagiku semua itu justru menjadi pelengkap indahnya sebuah perjuangan. Toh, jika semuanya berjalan sediakala tanpa tantangan dan sedikit usaha, niscaya hidup akan terasa hambar dan biasa saja. Karena itu, walau terkadang aku harus menghadapi jalan emosi yang naik turun, benteng kesabaran yang hancur lebur, namun aku terus berusaha untuk berlaku adil pada diriku, terlebih pada murid-muridku itu.
Karena keyakinan untuk menggali potensi mereka itulah aku terus melatih kesabaran dan mengalahkan emosi yang cukup menguras tenaga. Bahkan, terkadang, energiku habis bukan karena aktivitas kepengajaran, tapi justru habis terkuras karena bertempur dengan diri sendiri, mengalahkan emosi dengan setumpuk kesabaran yang masih tersisa. Susah memang, namun dua bulan adalah waktu yang cukup panjang bagiku untuk mempelajari dan menyiasatinya. Sedari awal, aku sudah menegaskan tentang arti sebuah kedisiplinan kepada murid-muridku.
Hampir setiap hari selama minggu-minggu pertama kehadiranku, aku selalu berupaya menanamkan makna kedisiplinan dan ketegasan yang akan aku terapkan selama berada di sini. Bagiku, kedisiplinan adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, karena itu anak-anak sedari awal sudah kutekankan untuk berperilaku disiplin agar segala sesuatu di sekolah berjalan tertib dan harmonis.
Tapi tak mudah memang, aku harus berusaha lebih keras dan butuh waktu yang cukup panjang. Namun, setelah hampir dua bulan ini, aku sudah bisa melihat beberapa peningkatan dan perubahan yang cukup mendasar dari murid-muridku. Sudah banyak yang mulai mengerti tentang arti larangan dan mengerti tentang makna dari peraturan. Bahkan, tidak sedikit yang sudah mulai tahu tentang konsekuensi dari perbuatan yang melanggar peraturan. Berusaha untuk tidak kejam, namun kami tetap menerapkan hukuman bagi setiap pelanggaran yang dilakukan. Bagiku, ada kalanya di mana guru harus mampu bersikap tegas terhadap perilaku muridnya dan juga ada masanya ketika guru harus bisa melebur dengan kondisi murid-murid mereka. Tak jarang, aku harus bersuara agak keras untuk menunjukkan ketegasan terhadap perilaku buruk muridku. Namun, sebaliknya, tak jarang pula aku ikut turun tangan main kelereng, gasing, bahkan main lompat tali bersama murid-muridku. Hal ini aku lakukan untuk membentuk pemahaman bagi mereka bahwa Pak Guru marah ketika mereka berbuat tidak senonoh dan melanggar peraturan. Namun, ketika mereka tidak melanggar peraturan, maka Pak Guru pun bisa diajak bermain dan bercanda layaknya teman biasa. Bagiku, itu prinsip dasar yang harus ditanamkan pada setiap murid tentang makna sebuah kedisipinan dan ketegasan.
Karena itu, bagiku adalah wajar ketika seorang guru marah melihat perangai dan kelakuan murid mereka yang tidak sewajarnya. Adalah suatu sifat yang manusiawi ketika seorang guru marah melihat kondisi dan situasi yang tidak tertib dari anak asuhnya. Masih juga wajar ketika seorang guru marah karena aktivitas murid yang tidak sepatutnya. Memang marah adalah sebuah bentuk reaksi terhadap ketidaksukaan seseorang terhadap suatu hal. Tapi bagi guru, marah adalah sebuah bentuk kasih sayang terhadap murid yang direfleksikan melalui ‘cara yang tidak biasa’.
Marah bukan berarti guru membenci muridnya, namun sudah sepatutnya bahwa marahnya seorang guru juga harus bersifat mendidik. Marahnya seorang guru harus menjadi pelajaran yang bisa dikenang dan dipahami oleh murid-muridnya. Marahnya seorang guru bukan serta merta bergelut dengan emosi dan berlaku carut marut di hadapan muridnya. Tapi, marahnya seorang guru juga harus menjadi ilmu yang justru sangat berguna bagi masa depan anak-anak mereka. Marahnya seorang guru adalah sebuah bentuk aktualisasi cinta dan kasih sayang yang tak terhingga. Semoga!

Selasa, 07 Juni 2011

UKK (Ujian Kenaikan Kelas) kls 5




JAWABAN & PEMBAHASAN
1.    Jawab                          : C. Grvitasi
Pembahasan            : Gaya gravitasi yang bekerja pada buah kelapa menyebabkan buah kelapa jatuh ke bawah. Gaya gravitasi yang bekerja pada kelapa tersebut disebut gaya berat kelapa, sedangkan gaya gravitasi yang bekerja pada tubuh kita disebut gaya berat kita. Setiap benda memiliki gaya berat, dan arah gaya berat selalu ke bawah, menuju pusat gravitasi (ketika suatu benda berada di bumi, gaya beratnya akan mengarah ke bumi).
2.    Jawab                          : D.kutub
Pembahasan            :
                                       http://sainsmediaku.files.wordpress.com/2011/03/m.jpg?w=392&h=77
Bagian magnet yang daya tariknya terbesar disebut kutub magnet. Oleh karena itu setiap magnet mempunyai dua buah kutub yaitu kutub utara, U, dan kutub selatan, S.
3.    Jawab                          : A. gaya magnet dapat menembus kaca dan air
Pembahasan            :
4.    Jawab                          : B. jarak tempuh lebih jauh
Pembahasan            : Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring. Dengan menggunakan bidang miring beban yang berat dapat dipindahkan ketempat yang lebih tinggi dengan lebih mudah, artinya gaya yang kita keluarkan menjadi lebih kecil bila dibanding tidak menggunakan bidang miring. Semakin landai bidang miring semakin ringan gaya yang harus kita keluarkan. Dan semakin jauh pula jarak yang digunakan
http://dewiwidianarahayu071644004.files.wordpress.com/2010/01/bidang-miring.jpg?w=279&h=186
5.    Jawab                          : B. gaya gesek
Pembahasan            :

http://genius.smpn1-mgl.sch.id/file.php/1/ANIMASI/fisika/Gaya%20dan%20Percepatan/images/image3.jpg
Rem cakram kendaraan bekerja berdasarkan gaya gesekan
Contoh gaya gesekan yang menguntungkan
  • Gaya gesekan pada rem dapat memperlambat laju kendaraan, gaya gesekan terjadi antara rem dengan piringan cakram, serta ban dengan permukaan jalan, alas ban memiliki kembang/bergerigi/tidak rata, ini dimaksud untuk memperbesar gaya gesek sehingga ban tidak tergelincir, dan setir mudah di kendalikan
  • Gaya gesekan pada alas sepatu dengan jalan, jika jalan licin orang yang berjalan bisa tergelincir, maka alas sandal dibuat bergelombang/kasar ini dimaksud untuk memperbesar gaya gesek agar orng yang berjalan di permukaan yang licin tidak tergelincir/terpeleset

6.    Jawab                          : A. memperkecil gaya gesek
Pembahasaan          :
7.    Jawab                          : D. dibiaskan
         Pembahasan             : satu sifat cahaya. Cahaya bersifat dapat dibiaskan. Amatilah Gambar 6.4 berikut.
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/6/6d/Cahaya_AO_8.jpg
Keterangan:
• Sinar datang merupakan sinar yang menuju dinding pantul.
• Sinar bias merupakan sinar yang dibiaskan setelah dibiaskan oleh dinding pantul.
• Bidang pantul atau bidang bias merupakan bidang pembatas antara dua medium yang dapat
   memantulkan atau membiaskan cahaya.
• Garis normal merupakan garis yang dibuat tegak lurus dengan bidang pantul atau bidang bias.
• Sudut datang merupakan sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal.
• Sudut bias merupakan sudut yang dibentuk oleh sinar bias dan garis normal.
Dari Gambar 6.4(b) cahaya dibiaskan mendekati garis normal. Hal itu terjadi apabila cahaya datang dari zat yang kurang rapat menuju zat yang lebih rapat. Dalam hal itu, air lebih rapat daripada udara. Sebaliknya, jika cahaya datang dari zat yang lebih rapat ke zat yang kurang rapat, akan dibiaskan menjauhi garis normal. Contoh lain peristiwa pembiasan:
a. ikan di kolam yang jernih kelihatan lebih besar dari aslinya;
b. dasar kolam kelihatan lebih dangkal;
c. jalan beraspal pada siang hari yang panas kelihatan seperti berair. Kejadian ini disebut fatamorgana.

8.    Jawab                          : C. susunan warna-warna yang di uraikan dari cahaya putih
Pembahasan            : kata spektrum diperkenalkan ke dalam bidang optika, untuk merujuk pada rentang warna yang teramati ketika cahaya putih terdispersi oleh sebuah prisma. Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Jadi spektrum warna adalah susunan warna-warna yang di uraikan dari cahaya putih yang membentuk warna pelangi

9.    Jawab                          : C. bayangan terbalik
Pembahasan            :
gambar pembentukan bayangan pada cermin cekung
http://3.bp.blogspot.com/-cjsYrWxmb6s/TZKzEFKfAbI/AAAAAAAAASs/KyJhBTvkmAI/s320/cermin+cekung+jauh2.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-ykOJ1q1ZcyU/TZKyV-U6U8I/AAAAAAAAASo/GyPrFN0CDro/s320/cermin+cekung+jauh1.jpg
Jika benda berada jauh dari cermin cekung, maka sifat bayangan adalah :
1. nyata
2. bisa diperbesar atau diperkecil
3. terbalik
Dan jika benda berada dekat dengan cermin cekung maka sifat bayangannya
1.    Maya
2.    Di perbesar
3.    Tegak
·         http://pustaka.ictsleman.net/pengetahuan/onnet2/content2/images/fisika3o.jpg
·         Dari gambar terlihat bahwa bayangan tampak tegak, diperbesar dan berada di belakang cermin sementara kemungkinan-kemungkinan terdahulu bayangan benda selalu di depan cermin cekung. Jadi dapat juga disimpulkan bahwa bila bayangan dari suatu benda nyata di depan cermin cekung terbentuk di depan cermin tersebut, maka bayangan benda itu merupakan bayangan nyata, sebaliknya bila bayangan terletak di belakang cermin bayangannya adalah bayangan maya. Dapat ditambahkan juga bahwa bayangan maya dari suatu benda nyata selalu tegak dan diperbesar.
10.  Jawab                         : D. 1, 2 dan 4
Pembahasan            : Liat pembahasan soal no 7

11.  Jawab                         : A. korasi
Pembahasan            : erosi adalah pengikisan tanah,oleh air disebut abrasi, sedangkan oleh angin di sebut korasi

12.  Jawab                         : C. Magma
Pembahasan            : cairan panas yg terdapat di perut bumi di  sebut magma dan apabila keluar disebut lava

13.  Jawab                         : A. kimia
Pembahasan            : Hujan asam diartikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Dan bisa juga melapukan bebatuan, proses plapukan bebatuan karena hujan asam ini termasuk ke dalam proses plapukan secara kimiawi/kimia

14.  Jawab                         : A. daur air
Pembahasan            :sudah jelas, contoh diagram daur air
Air hujan-kesungai-laut-uap air-awan-hujan

15.  Jawab                         : B. gunung meletus
Pembahasan            : sudah jelas

16.  Jawab                         : A. angin musim barat
Pembahasan            :Hubungan Posisi Geografis dengan Perubahan Musim di Indonesia
Seperti telah Kamu ketahui di atas bahwa, Indonesia terletak antara 6 derajat LU – 11 derajat LS dan antara Benua Asia dan Benua Australia dengan arah utara-selatan. Karena tekanan udara di Benua Asia dan Australia selalu berubah maka timbulah anginmuson yang melintasi wilayah Indonesia. Angin muson ialah angin yang setiapsetengah tahun berganti arah yang berlawanan. Angin muson yang berasal dari Asia merupakan angin muson barat dan angin muson yang berasal dari Australia merupakan angin muson timur.Berikut ini, akan dijelaskan kedua angin muson tersebut.

1) Angin Muson BaratAngin muson barat bertiup pada bulan Oktober-Maret . Hal ini disebabkan mulai tanggal 23 September sampai dengan tanggal 21 Maret, kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan dan sampai pada garis lintang 23½ derajat LS tanggal 22 Desember. Intensitas penyinaran matahari di Benua Australia lebih tinggi dari pada intensitas penyinaran matahari di Benua Asia. Akibatnya, udaradi Benua Australia bertekanan minimum dan di Benua Asia bertekanan maksimum.Dengan demikian, bertiuplah angin dari Benua Asia ke Australia melaluiIndonesia (perhatikan gambar 01.01 Peta Arah Angin Muson Barat). Karenaangin tersebut melalui Lautan Hindia yang luas, angin ini mengandung banyak uap air yang menyebabkan banyak terjadinya hujan. Oleh karena itu, padamusim tersebut sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musimpenghujan.Perhatikan gambar berikut !
Gambar. 01.01. Peta Arah Angin Muson Barat 
http://htmlimg2.scribdassets.com/8qwtm0iirkyituv/images/13-3845881023.jpg
 

2) Angin Muson TimurAngin muson timur disebut juga angin muson tenggara. Angin muson inibertiup bulan April-Agustus. Hal ini disebabkan mulai tanggal 21 Maret dansampai 23 September, kedudukan semu matahari berada di belahan bumi utaradan sampai garis lintang 23 ½derajat LU tanggal 21 Juni. Intensitas penyinaranmatahari di Benua Asia lebih tinggi daripada intensitas penyinaran matahari di Benua Australia. Akibatnya, udara di Benua Asia bertekanan minimum dan udara di Benua Australia bertekanan maksimum. Dengan demikian, bertiuplah angin dari Australia ke Asia melalui Indonesia(perhatikan gambar 01.02 Peta Arah Angin Muson Timur). Angin tersebutmelintasi wilayah gurun yang luas di Australia, kemudian melalui laut yang sempit diantara Australia dan Indonesia. Akibatnya angin ini tidak mengandung banyak uap air, sehingga tidak mendatangkan hujan di Indonesia. Jadi, padamusim tersebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.
http://htmlimg1.scribdassets.com/8qwtm0iirkyituv/images/14-f838285be9.jpg
Gambar.01.02. Peta Arah Angin Muson Timur 


17.  Jawab                         : D. 1
Pembahasan            : sudah jelas, tanah bagian atas adalah tanah yang subur karena banyak mengandung humus

18.  Jawab                         : B. perintis
Pembahasan            : lumut di sebut juga tumbuhan perintis karena lumut dapat tumbuh di tempat dan bebatuan yang tidak mengandung unsur hara

19. Jawab                          : A. beku
Pembahasan            :

20.  Jawab                         : D. guano
Pembahasan            : Pupuk guano adalah pupuk yang berasal dari kotoran kelelawar dan sudah mengendap lama didalam gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk Guano ini mengandung nitrogen, fosfor dan potassium yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar serta kekuatan batang tanaman.

21. Jawab                          : A. tanah liat
Pembahasan            :gambar tersebut memperlihatkan tembok yang tersusun oleh batu bata merah sebagai bahan bangunan, bata merah itu terbuat dari tanah liat yang di bakar(dipanaskan)

22. Jawab                          : B. eksogen
Pembahasan            :
Bencana dapat disebabkan oleh beberapa faktor, baik oleh alam, yang masih dibagi lagi menjadi dua faktor penyebab, yakni: eksogen (bencana alam asal luar), dan endogen (bencana alam asal dalam).Bencana yang disebabkan oleh proses alam ini adalah bencana akibat proses geologis, proses geomorfologis dan proses klimatologis, yang mengakibatkan bencana alam.Bencana alam sebenarnya merupakan proses alam dengan intensitas yang melebihi normal, seperti: gempa bumi, letusan gunung api, longsoran, dan gelombang badai.
Dari bencana alam-bencana alam tersebut di atas, yang termasuk di dalam bencana asal luar (eksogen), adalah:
1. Banjir
2. Erosi
3. Gerakan tanah
4. Debris avalanches
5. Kekeringan
Sedangkan yang termasuk dalam bencana asal dalam (endogen), adalah:
1. Gempa bumi
2. Gelombang pasang (tsunami)
3. Letusan gunung api (hujan abu, aliran lahar)
Adapun bencana yang diakibatkan oleh aktivitas manusia  adalah:
·       Degradasi lingkungan
·       Penggundulan hutan yang berakibat pada bencana kekeringan, erosi/banjir
·       Gempa bumi akibat pembangunan dam
·       Penurunan tanah/lahan (amblesan/tanah terban), longsoran, dan akibat ulah manusia (dalam rangka pengembangan wilayah yang tidak berwawasan lingkungan)
23.  Jawab                         : C. hujan asam
Pembahasan            : liat pembahasan soal nomor 13

24.  Jawab                         : D. menyuburkan tanah
Pembahasan            :
Tanah vulkanis dibentuk dengan tambahan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus. Abu vulkanik merupakan hasil dari peleburan dan pembakaran bahan-bahan mineral. Lapisan tanah yang dilapisi abu tersebut kemudian menjadi sangat kaya mineral dan bisa menumbuhkan aneka tanaman dengan baik tanpa memerlukan tambahan pupuk. Namun, jika tanah vulkanis diberi tambahan pupuk organik atau kotoran hewan, kondisinya akan semakin prima.
Tidak mengherankan jika banyak orang yang tetap memilih untuk tinggal di sekitar gunung berapi. Meskipun letusan gunung berapi sangat menakutkan dan membahayakan, manfaatnya sangat banyak, salah satunya menyuburkan tanah sehingga penduduk bisa menjadikan lahan-lahan di lerengnya sebagai lokasi pertanian yang menjanjikan.
Daerah-daerah pertanian yang diusahakan di wilayah bertanah vulkanis banyak terdapat di Indonesia, yang memang memiliki banyak gunung berapi aktif, di antaranya di bagian utara Pulau Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, Sulawesi, dan lain-lain. Pulau Jawa dan Sumatera yang memiliki lebih banyak gunung berapi dari daerah lain otomatis memiliki lahan-lahan vulkanis yang paling luas.
25.  Jawab                         : D. gunung meletus, gempa bumi, topan badai
Pembahasan            : sudah jelas, karena bencana tersebut murni karena alam dan bukan karena ulah manusia sehingga kita tidak bisa mencegahnya

Jawaban soal isian singkat
26.  Jawab                         : Roda berporos
Pembahasan            : Roda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda. Serta digunakan pula pada pembuatan kunci pintu

27.  Jawab                         : tarik-menarik/menempel
Pembahasan            : salah satu sifat magnet apabila kedua kutub senama di dekatkan akan tolak-menolak, dan apabila berbeda akan tarik-menarik

28.  Jawab                         : cermin cembung
Pembahasan            : sudah jelas

29.  Jawab                         : radiasi
Pembahasan            : cahaya matahari adalah suatu gelombang elektromagnetik.
Gelombang Elektromagnetik adalah suatu bentuk gelombang yg tidak memerlukan medium untuk merambat ( di ruang hampa-pun bisa merambat ).Jadi cahaya matahari merambat untuk sampai ke bumi.Sementara itu panas ( kalor ) matahari sampai ke bumi baru itu yg disebut Radiasi.
Radiasi adalah perpindahan kalor yg tidak memerlukan medium juga. Jadi cahaya matahari (tepatnya panasnya) merambat dengan cara radiasi, yaitu perambatan panas tanpa medium.
Panas tidak dapat kita lihat tetapi kita dapat mengetahui keberadaannya. Perpindahan panas ada tiga cara, yaitu :
1. Radaiasi
Radiasi adalah perpindahan panas tanpa melalui zat perantara.
Contoh : penas matahari yang memancar ke bumi.
2. Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas yang diikuti oleh perpindahan zat perantaranya.
Contoh : pada saat kita memasak air.
3. Konduksi
Konduksi adalah perpindahan panas tanpa diikuti perpindahan zat perantaranya.
Contoh : pada saat kita mengaduk teh panas, maka sendok yang kita pegang akan terasa panas juga.

30.  Jawab                         :Mata
Pembahasan            :sudah jelas

31.  Jawab                         : cekung
Pembahasan            : bias dilihat di pembahasan soal no 9

32. Jawab                          : tanah gambut
Pembahasan            : Jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, dan salah satumya adalah Organosol atau Tanah Gambut atau Tanah Organik
Jenis tanah ini berasal dari bahan induk organik seperti dari hutan rawa atau rumput rawa, dengan ciri dan sifat: tidak terjadi deferensiasi horizon secara jelas, ketebalan lebih dari 0.5 meter, warna coklat hingga kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung dan lebih dari 20% untuk tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hara rendah.

33.  Jawab                         : tektonik
Pembahasan            : gempa berdasarkan penyebabnya di bagi 2, yaitu: gempa vulkanik dan tektonik
Gempa vulkanik disebabkan oleh aktivitas gunung merapi dan gampa tektonik disebabkan oleh bergesernya/gerak lempeng bumi

34.  Jawab                         : angin putting beliung dan angin tornado
Pembahasan            :

35.  Jawab                         : Atmosfer
Pembahasan            : atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi

JAWABAN SOAL URAIAN
36.  Jawab                         :
A.      Pelapukan kimia : merupakan pelapukan yang disebabkan oleh tercampurnya batuan dengan zat - zat kimia . contoh: tercampurnya batu oleh limbah pabrik yang mengandung bahan kimia, dan juga karena juga adanya hujan asam (bias diliat di pembahasan soal no 13)
B.      Pelapukan fisika: merupakan pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim .contoh : perubahan cuaca
C.      Pelapukan biologi: merupakan pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. contoh: tumbuhnya lumut

37.  Jawab                         :
Sifat-sifat cahaya;
1.     Cahaya merambat lurus
2.     Cahaya dapat di biaskan
3.     Cahaya dapat dipantulkan
4.     Cahaya dapat menembus benda bening
**pembahasan lebih lanjut silahkan kunjungi
 http://deir-omdeir.blogspot.com/2011/04/cahaya.html
38.  Jawab                         :
1.       Pengungkit/Tuas
2.       Katrol
3.       Bidang miring
4.       Roda berporos
**pembahasan lebih lanjut silahkan kunjungi
http://deir-omdeir.blogspot.com/2011/04/pesawat-sederhana.html

39.  Jawab                         :
    Cara membuat magnet ada beberapa macam antara lain :
1.       Dengan cara induksi, Cara ini meletakan benda dengan didekatkan benda magnetik pada megnet. Misalnya : paku yang ditempelkan pada megnet dan dibiarkan beberapa saat akan dapat menarik jarum yang ada didekatnya karena paku tersebut menjadi bersifat seperti magnet.
2.       Dengan menggosok, Cara ini dengan menggosok-gosokan besi atau baja pada magnet secara searah. Semakin banyak gosokan yang dilakukan semakin kuat kemagnetan besi atau baja tersebut.
3.       Dengan cara elektromagnetik, Untuk membuat elektromagnetik dengan cara melilitkan kawat email yang di aliri arus listrik pada batang besi. Semakin banyak lilitan kawat semakin kuat sifat kemagnetannya
40.  Jawab                         :
Kerugian gaya gesek
1.       Gesekan menimbulkan panas contoh: Panas pada poros yang berputar
2.       Gesekan dapat mengeluarkan bunyi contoh; engsel pintu yang berderit
3.       Gesekan dapat menyebabkan keausan contoh; sepatu yang aus, ban mobil aus (gundul), kampas pada rem habis dll

Kamis, 19 Mei 2011

GURU DAN TANGGUNG JAWABNYA

GURU DAN TANGGUNGJAWABNYA

Aktifitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan. Tugas utama seseorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, oleh sebab itulah tanggung jawab keberhasilan pendidikan berada di pundak guru. Guru sebagai juru mudi dari sebuah kapal, mau kemana arah dan haluan kapal dihadapkan, bila juru mudinya pandai dan terampil, maka kapal akan berlayar selamat ditujuan, gelombang dan ombak sebesar apapun dapat dilaluinya dengan tenang dan tanggungjawab. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang juru mudi harus melalui pendidikan dan latihan khusus serta dengan memiliki keahlian khusus.

Demikian pula halnya seorang guru, agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkatkan, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya, dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, guru mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Untuk menjadi guru profesional juga memerlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus.

Perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai pengetahuan dan pengalihan pengetahuan dan pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar, berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih. Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai fasilisator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan.

Beratnya tanggung jawab bagi guru menyebabkan pekerjaan guru harus memerlukan keahlian kusus. Untuk itu pekerjaan guru tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang pendidikan, sehingga profesi guru paling mudah terkena pencemaran. Sekali guru berbuat salah maka akan berdampak terhadap dunia pendidikan, demikian pula sekali guru salah mengajarkan ilmu kepada anak didiknya, maka akan berdampak dan berimbas kepada satu generasi.

Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, system evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.

Guru sebagai pelaksana tugas otonom, guru diberikan keleluasaan untuk mengelola pembelajaran, apa yang harus dikerjakan oleh guru, dan guru harus dapat menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau menunjang tercapainya tujuan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pengambil keputusan.

Guru sebagai pihak yang berkepentingan secara operasional dan mental harus dipersiapkan dan ditingkatkan profesionalnya, karena hanya dengan demikian kinerja mereka dapat efektif, Apabila kinerja guru efektif maka tujuan pendidikan akan tercapai. Yang dimaksud dengan profesionalisme disini adalah kemampuan dan keterampilan guru dalam merencanakan, melaksanakan pengajaran dan keterampilan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa.

Mengingat pentingnya prfesionalisme guru dalam pencapaian tujuan pendidikan utamanya pada skala tingkat institusional, maka perluadanya pelatihan dan profesionalisme guru, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang bisa dijadikan masukan dalam membuat dan melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan terutama pada tingkat sekolah dasar sampai menengah baik negeri maupun swasta.

Sejalan dengan itu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru Upaya tersebut antara lain direalisasikan melalui berbagai macam pelatihan. Hasil penelitian yang mengkaji tentang prfesionalisme guru seperti dilakukan oleh Tomajahu (2002), menunjukkan adanya perbedaan kemampuan kompetisi mengajar guru yang sering mengikuti pelatihan dengan yang jarang mendapatkan pelatihan, ada hubungan pengalaman kerja guru dengan kompetensinya.

Motivasi lain yang mendorong perlunya dilakukan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan, karena informasi diperoleh bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum menjadikan pendidikan dan pelatihan terhadap guru sebagai sesuatu kebutuhan mendasar. Bahkan masih ada kita mendengar guru-guru yang belum pernah sekalipun mengikuti pendidikan dan pelatihan terutama guru-guru yang bertugas di daerah marjinal atau terpencil.

Perlu dilakukan studi atau kajian apakah ada hubungan antara pelatihan dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai guru di depan, dan diluar kelas. Kalau ada hubungan, maka perlu terus digalakkan program pendidikan dan pelatihan ini. Salah satu aspek untuk mengetahui gambaran peningkatan profesinalisme guru adalah tercapainya kepuasan kerja guru yang ditandai dengan optimalisasi kerja para guru, gur merasakan kegairahan, guru dituntut kesungguhan dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya. Semoga.

Profesi Guru Dan Dosen antara Tanggung jawab dan perlindungan



PROFESI GURU DAN DOSEN
ANTARA TANGGUNG JAWAB DAN PERLINDUNGAN HUKUM
 
                     
 


I.        PENDAHULUAN
Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa tujuan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,  untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut pendidikan nasional merupakan faktor yang sangat menentukan.
Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan bahwa pertama: setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, kedua: setiap warganegara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, ketiga: pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang, keempat: negara menyediakan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 %, kelima: pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk memajukan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.
Untuk mewujudkan hal tersebut di atas peranan guru dan dosen sangat diperlukan, dalam kaitan ini Pemerintah dan DPR telah mengeluarkan Undang Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam undang-undang itu diperlukan agar kualitas manusia pada masa yang akan datang mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Kualitas manusia Indonesia tersebut dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, oleh karena itu guru dan dosen mempunyai fungsi peran dan kedudukan yang sangat strategis. Guru dan dosen merupakan tenaga profesional yang mempunyai visi terwujudnya penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalitas untuk memenuhi hak yang sama bagi setiap warganegara dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen menjelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarah, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah sedangkan yang dimaksud dengan dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, menggabungkan, dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, tekhnolgi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Adapun profesional dimaksudkan adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh sesorang dan menjadikan sumber penghasilan kehidupan, memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu dan norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Guru dan dosen sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru dan dosen hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik kopetensi dan sertifikasi pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Sejalan dengan hal ini maka kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan martabat guru dan dosen serta perannya sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Pengakuan guru dan dosen bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sehingga dengan hal itu maka diperlukan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh guru dan dosen dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya yang sesuai dengan prinsip-prinsip profesional yang dimilikinya.

II.      PROFESI GURU DAN DOSEN.
Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa, Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejujuran dan sebagainya) tertentu. Kamus Populer menyebutkan baha Profesi adalah pekerjaan dengan keahlian khusus sebagai mata pencaharian tetap[1].
Dalam Webster New World Dictionary, kata profesi (profession) diartikan :
a vocation or occupation requiring advanced education and training and involving intelectual skills, as medicine, law, theology engineering teaching etc. (Profesi adalah suatu pekerjaan atau jabatan yang memerlukan pendidikan dan latihan yang maju serta melibatkan keahlian intelektual, seperti dalam bidang pengobatan, hukum, teologi, engineering dan sebagainya).
Menurut Kamus Politik, Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan, keahlian, (keterampilan, kejujuran dan sebagainya) tertentu. Profesional adalah pekerjaan yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya dan mengharuskan adanya pembayaran yang melakukannya. Lawannya amatir adalah orang yang melakukan sesuatu hanya terdorong karena kegemaran saja (bukan untuk cari nafkah), penggemar.
Profesi adalah suatu moral community (masyarakat moral) yang memiliki cita-cita dan nilai-nilai bersama. Mereka yang membentuk suatu profesi disatukan juga karena latar belakang pendidikan yang sama dan bersama-sama memiliki keahlian yang tertutup bagi orang lain. Dengan demikian profesi menjadi suatu kelompok yang mempunyai kekuasaan tersendiri dan karena itu mempunyai tanggung jawab khusus. Karena memiliki monopoli atas suatu keahlian tertentu, selalu ada bahaya profesi menutup diri bagi orang dari luar dan menjadi suatu kalangan yang sukar ditembus. Bagi klien yang mempergunakan jasa profesi tertentu keadaan seperti itu dapat mengakibatkan kecurigaan jangan-jangan ia dipermainkan. Kode etik dapat mengimbangi negatif profesi ini.[2]
Ciri-ciri profesi menurut Budi Santoso[3] meliputi:
a.      Suatu bidang yang terorganisir dari jenis intelektual yang terus menerus dan berkembang dan diperluas.
b.      Suatu teknis intelektual.
c.      Penerapan praktis dari tehnis intelektual pada urusan praktis.
d.      Suatu periode panjang untuk pelatihan dan sertifikasi.
e.      Beberapa standar dan pernyataan tentang etika yang dapat diselenggarakan.
f.        Kemampuan memberi kepemimpinan pada profesi sendiri.
g.      Asosiasi dari anggota-anggota profesi yang menjadi suatu kelompok yang akrab dengan kualitas komunikasi yang tinggi antara anggota.
h.     Pengakuan sebagai profesi.
i.        Perhatian yang profesional terhadap penggunaan yang bertanggung jawab dari pekerjaan profesi.
j.         Hubungan erat dengan profesi lain.
Berdasarkan kriteria di atas, maka profesi dapat dirumuskan sebagai pekerjaan tetap bidang tertentu berdasarkan keahlian khusus yang dilakukan secara bertanggung jawab dengan tujuan memperoleh penghasilan. Orang (pekerja) yang menjalankan profesi disebut profesional.
Pengertian profesi dapat dibedakan menjadi: pertama: profesi pada umumnya. Kedua: profesi luhur atau mulia (officium noble). Profesi pada umumnya adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian yang khusus. Persyaratan adanya keahlian yang khusus inilah yang membedakan antara pengertian profesi dengan pekerjaan walaupun bukan mejadi garis pemisah yang tajam antara keduanya[4]. Sedangkan yang dimaksud dengan profesi luhur, yaitu profesi yang pada hakikatnya merupakan suatu pelayanan pada manusia atau masyarakat. Orang yang melaksanakan profesi luhur sekalipun mendapatkan nafkah (imbalan) dari pekerjaannya, namun itu bukanlah motivasi utamanya. Yang menjadi motivasi utamanya adalah kesediaan dan keinginan untuk melayani, membantu sesama umat manusia berdasarkan keahliannya. Contohnya adalah profesi guru.
Menurut B. Kieser, sebagaimana dikutip oleh C.S.T. Kansil, bahwa pelaksanaan kaidah-kaidah pokok berupa etika profesi adalah sebagai berikut  pertama: harus dipandang sebagai suatu pelayanan karena itu maka bersifat tanpa pamrih menjadi ciri khas dalam mengembangkan profesi, kedua: Pelayanan profesi dalam mendahulukan kepentingan pasien atau klien mengacu kepada kepentingan atau nilai-nilai luhur, ketiga: Pengemban profesi harus selalu berorientasi pada masyarakat sebagai keseluruhan, keempat: agar persaingan profesi dalam pelayanan berlangsung secara sehat sehingga dapat menjamin mutu dan peningkatan mutu pengembangan profesi[5].
Dalam kode etik bagi profesi umum setidak-tidaknya ada dua prinsip yang ditegakkan pertama: agar menjalankan profesinya secara bertanggung jawab, kedua: agar menghormati hak-hak orang lain. Bagi profesi luhur, juga ada dua prinsip yang harus ditegakkan yaitu pertama: mendahulukan kepentingan orang yang dibantu, yang dilayani mungkin ia kliennya atau pasiennya, kedua: mengabdi pada tuntutan luhur profesi. Untuk melaksanakan profesi luhur dengan baik, dituntut moralitas yang tinggi dari pelakunya. Moralitas yang harus dimiliki oleh profesi luhur pertama: berani berbuat dengan tekad untuk bertindak sesuai dengan tuntutan profesi, kedua: sadar akan kewajibannya, ketiga: memiliki idealisme yang tinggi.
Moralitas profesi luhur adalah etika yang berlaku bagi profesi tersebut. Etika profesi adalah produk etika yang merupakan penerapan dari himpunan pemikiran etis atau himpunan rumusan norma moral baik profesi tertentu. Himpunan rumusan tersebut pada dasarnya merupakan rumusan yang muncul dari kesadaran untuk mengatur anggota profesi tersebut. Karena hasil pemikiran atas dasar kesadaran moral, maka rumusan itu memungkinkan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan pemikiran, tekhnologi dan kebutuhan profesi yang bersangkutan.
Menurut Suparman Usman[6] bahwa bentuk rumusan etis sebagai himpunan rumusan moral yang belaku bagi profesi tertentu bisa berbeda dengan rumusan etika profesi yang lain. Namun sekalipun ada perbedaan rumusan bagi masing-masing profesi, secara umum ada segi persamaannya. Segi persamaan yang ada pada setiap etika profesi, bersumber dari nilai moral yang bersifat universal. Nilai-nilai universal yang merupakan titik persamaan pada setiap etika profesi umpanya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kejujuran, tidak merugikan orang lain dan sebagainya. Etika profesi merupakan kaidah yang mengikat kepada setiap anggota profesi yang membuatnya. Kaidah tersebut merupakan hukum bagi komunitas (masyarakat) profesi yang bersangkutan. Sebagai hukum ia mempunyai sanksi norma hukum yang lain dan mempunyai alat pemaksa. Seperti hukum-hukum dalam bentuk perundang-undangan yang dapat dipaksakan oleh negara. Sesuai dengan sifat dan bentuknya sebagai norma moral, maka sanksinyapun sebatas sanksi moral.
Karena sanksinya yang lemah, sebatas sanksi moral (atau sanksi administratif) maka kadang-kadang banyak anggota suatu profesi yang melanggar etika profesi, yang telah dibuatnya. Beberapa alasan yang menyebabkan pelangaran terhadap etika profesi tersebut, antara lain:
a.      Lemah Iman.
Seseorang yang lemah imannya, menimbulkan lemah moralnya yang memungkinkan terjadinya pelanggaran rumusan moral yang sudah diyakini baiknya dan yang sudah disepakati untuk mentaatinya.
b.      Pengaruh kedekatan hubungan
Kedekatan hubungan antara seseorang baik karena faktor keluar (nasab) atau faktor kedekatan lainnya bisa menimbulkan pelanggaran terhadap etika profesi.
c.      Pengaruh sistem yang berlaku
Kadang-kadang ada suatu sistem yang memberi peluang untuk tidak mentaati etika profesi yang berlaku. Umpama jabatan hakim. Ia sebagai pegawai negeri tunduk pada hukum kepegawaian Pegawai Negeri Sipil (eksekutif). Padahal Hakim sebagai unsur yudikatif ia harus melaksanakan fungsi yudikatif yang harus bebas dari pengaruh siapapun.



d.      Pengaruh materialisme dan konsumerisme
Karena tidak tahan terhadap pengaruh materialisme dan konsumerisme banyak anggota profesi tertentu yang kadang-kadang mengabaikan dan melanggar etika profesinya.
Langkah untuk mengatasi agar etika dipatuhi oleh setiap anggota profesi, antara lain pertama: peningkatan kualitas iman, melalui pembinaan mental yang kontinyu dan melaksanakan ajaran agama yang dianutnya secara benar dan sempurna, kedua: perlu sanksi yang jelas, tegas, mengikat dan berat bagi pelanggar etika profesi. Sebab pada dasarnya pelanggaran yang dilakukan oleh orang yang berilmu seharusnya lebih berat sanksinya dibanding pelanggaran yang dilakukan oleh orang bodoh.
Dalam rangka menegakkan etika bagi setiap profesi baik profesi pada umumnya maupun profesi luhur, maka ditentukanlah prinsip-prinsip yang wajib ditaati. Prinsip-prinsip ini umumnya dituangkan dalam kode etik profesi yang bersangkutan. Kode etik disusun oleh mereka yang memiliki profesi tersebut. Hal itu biasanya disusun oleh lembaga/institusi profesi tersebut. Umpamanya disebutkan Kode Etik Profesi guru dan dosen ialah aturan tertulis yang harus dipedomani oleh setiap guru dan dosen dalam melaksanakan tugas profesi sebagai guru dan dosen. Apabila salah satu anggota kelompok profesi tersebut berbuat menyimpang dari kode etiknya atau melanggar etika yang seharusnya ia taati, maka kelompok proefesi itu akan tercemar di mata masyarakat, dan ia akan diberi sanksi sebagaimana yang disebutkan dalam kode etiknya.
Ketentuan tentang tanggung jawab guru  dan dosen sebagaimana tersebut dalam Pasal 77 dan 78 UU No. 14 Tahun 2005 ditetapkan sebagai berikut:
1.      Sanksi bagi guru :
1)     Guru yang diangkat oleh Pemerintah atau pemerintah daerah yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undang.
2)     Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a.      Teguran.
b.      Peringatan tertulis.
c.      Penundaan pemberian hak guru.
d.      Penurunan pangkat.
e.      Pemberhentian dengan hormat, atau
f.        Pemberhentian tidak dengan hormat.
3)     Guru yang berstatus ikatan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama diberi sanksi sesuai dengan perjanjian ikatan dinas.
4)     Guru yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat, yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20  dikenai sanksi sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.
5)     Guru yang melakukan pelanggaran kode etik dikenai sanksi oleh organisasi profesi.
6)     Guru yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5) mempunyai hak membela diri.
2. Sanksi bagi dosen:
1)     Dosen yang diangkat oleh Pemerintah yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
2)     Sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a.      Teguran.
b.      Peringatan tertulis.
c.      Penundaan pemberian hak dosen.
d.      Penurunan pangkat dan jabatan akademik.
e.      Pemberhentian dengan hormat, atau
f.        Pemberhentian tidak dengan hormat.
3)     Dosen yang diangkat oleh penyelenggara pendidikan atau satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang tidak menjalankan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60 dikenai sanksi sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja sama.
4)     Dosen yang berstatus ikatan dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 yang tidak melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama diberi sanksi sesuai dengan perjanjian ikatan dinas.
5)     Dosen yang dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) mempunyai hak membela diri.

III.    HAK DAN KEWAJIBAN GURU DAN DOSEN.
1.      Hak dan Kewajiban Guru.
a.  Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak:
1)      Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
2)      Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
3)      Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
4)      Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
5)      Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
6)      Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan.
7)      Memperoleh rasa aman dan  jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
8)      Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
9)      Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
10)  Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi dan/ atau.
11)  Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.
b.      Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru dan berkewajiban:
1)     Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
2)     Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan seni.
3)     Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, rasa, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
4)     Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika dan.
5)     Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
2.      Hak dan Kewajiban Dosen.
a.      Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berhak:
1)     Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
2)     Mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
3)     Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
4)     Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, akses sumber belajar, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
5)     Memiliki kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan.
6)     Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan menentukan kelulusan peserta didik dan
7)     Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi/organisasi keilmuan.
b.      Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban:
1)     Melaksanakan pendidikan, penelitain, dan pengabdian kepada masyarakat.
2)     Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
3)     Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tekhnolgi, dan seni.
4)     Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
5)     Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika, dan
6)     Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

IV.   TANGGUNG JAWAB GURU DAN DOSEN
Dalam bekerja mempunyai kebebasan dan kebebasan ini merupakan hak asasi manusia. Disamping setiap orang mempunyai kebebasan, pada saat yang sama diapun mempunyai kewajiban asasi (kewajiban dasar). Dalam rangka melaksanakan kewajiban itu, maka setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatan berdasarkan kebebasan yang dilaksanakannya. Hak dan kewajiban tidak bisa dipisahkan, hanya bisa dibedakan. Demikian juga kebebasan (hak) dan tanggung jawab (bukti adanya kewajiban), tidak bisa dipisahkan, namun bisa bedakan. Seseorang tidak dapat memiliki hak tanpa memiliki kewajiban, atau seseorang tidak dapat mempunyai kebebasan tanpa memiliki tanggung jawab. 
Seseorang yang memiliki dan melaksanakan profesi tertentu adalah orang yang mempunyai dan melaksanakan kebebasan dalam profesinya baik profesi pada umumnya maupun profesi luhur. Karena ia mempunyai  kebebasan dalam melaksanakan profesinya maka ia harus bertanggung jawab dalam pelaksanaan profesi tersebut.
Kebebasan merupakan hak asasi dari setiap manusia sebagian mempunyai kebebasan dalam menentukan pilihan-pilihan yang akan dilakukan. Namun karena setiap manusia mempunyai kewajiban dasar dalam pergaulan hidupnya dengan manusia lain maka ia harus selalu menjaga agar kebebasan yang dimiliki itu tidak bertentangan dengan kehendak orang. Setiap orang harus bisa membuktikan kepada manusia lainnya, bahwa kebebasan yang dia lakukan adalah kebebasan dalam rangka pelaksanaan hak asasi (hak dasar) dan kewajiban asasi (kewajiban dasar).
Jadi setiap pelaksanaan kebebasan mengandung tuntutan kewajiban. Dalam melaksanakan kewajiban itulah seseorang harus bertanggungjawab. Tanggung jawab sebenarnya merupakan konsekwensi logis dari kebebasan. Namun tanggung jawab itu menjadi sangat menonjol pada pelaksanaan kewajiban moral. Sehingga sikap moral yang dewasa adalah sikap moral yang bertanggung jawab. Jadi orang yang bertanggung jawab adalah orang yang bermoral, atau sebaliknya orang yang bermoral adalah orang yang bertanggung jawab.
Menurut K Bertens[7]kebebasan” dan ”tanggung Jawab” seolah-olah merupakan pengertian kembar. Di antara keduanya terdapat hubungan timbal balik. Orang yang mengatakan ”manusia itu bertanggung jawab”. Sebaliknya jika kita bertolak dari  pengertian bertanggung jawab, kita selalu turut memaksudkan juga ”kebebasan”. Tidak mungkin ada kebebasan tanpa tanggung jawab, sebaliknya tidak mungkin ada tanggung jawab tanpa kebebasan. Satu sama lain dua kata itu saling mempengaruhi dan saling membatasi. Maka kadang-kadang dua kata tersebut disatukan menjadi ”kebebasan yang bertanggung jawab”.
Tanggung jawab merupakan salah satu etika yang harus ditaati bagi orang yang mempunyai profesi tertentu. Menurut Suparman Usman[8], bertanggung jawab bagi seorang yang memiliki profesi tertentu, dapat dirumuskan antara lain:
a.      Bertanggung jawab terhadap dunia profesi yang dimilikinya dan mentaati kode etik yang berlaku dalam profesi yang bersangkutan.
b.      Bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukannya sesuai dengan tuntutan pengabdian profesinya.
c.      Bertanggung jawab atas hasil profesi yang dilaksanakannya. Artinya dia harus bekerja untuk mendatangkan hasil yang sebaik mungkin kulaitasnya, bagi kepentingan kemanusiaan.
d.      Bertanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam pandangan orang yang berTuhan, bahwa  seluruh pekerjaan yang dilakukannya adalah dalam rangka ibadah kepadaNya. Oleh karena itu dia harus sadar, bahwa apa yang dia kerjakan pada hakikatnya kelak akan diminta pertanggungjawaban oleh Tuhan Yang Maha Esa.
e.      Dalam keadaan apapun dia harus berani mengambil resiko untuk menegakkan kebenaran yang berhubungan dengan profesinya, secara bertanggungjawab dia harus berani berucap, bertindak dan mengemukakan sesuatu yang sesuai dengan kebenaran tuntutan profesi yang diyakininya.
f.        Dia secara sadar harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas yang berhubungan dengan tuntutan profesinya, sesuai dengan dinamika dan tuntutan zaman serta keadaan yang semakin berkembang pada tiap saat.
g.      Dalam keadaan tertentu, bila diperlukan dia harus bersedia memberikan laporan pertanggungjawaban kepada pihak manapun tentang segala hal yang pernah ia laksanakan sesuai dengan profesinya
Dalam konsep Islam, manusia adalah Khalifah di bumi yang harus mengelola dan memakmurkan bumi. Untuk melaksanakan tugas tersebut manusia tidak bisa lain kecuali bekerja. Oleh karena itu dalam Al Qur’an dan Hadist banyak perintah yang mengharuskan manusia untuk bekerja antara lain sebagai berikut:
Q.S. At Taubah: 105
”Dan Katakanlah: ”Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihathasil dari pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang rela kamu kerjakan”.


Q.S. Al Zumar:39-40
”Hai kaumku, Bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, Sesungguhnya Aku akan bekerja (pula), Maka kelak kamu akan mengetahui. Siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal”.
Q.S. Al Isra:84
”Katakanlah: ”Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalan-Nya”.
Al Hadits:
”Pada hari Qiyamat, seseorang akan diminta pertanggungjawaban dari empat masalah: tentang umurnya, dipergunakan untuk apaumur tersebut, tentang dirinya (badannya) apa yang sudah dikerjakan olehnya, tentang ilmunya apa yang sudah diperbuat dengan ilmu tersebut, tentang hartanya dari mana didapat dan dipergunakan untuk apa harta tersebut”.
Al Hadits:
”Kamu sekalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban dari hal kepemimpinannya.”
Ketentuan Syari’at Islam dalam al Qur’an dan Sunnah tersebut, menegaskan bahwa manusia dibekali hak dan kewajiban. Mereka mempunyai kebebasan untuk berbuat atau tidak berbuat, namun mereka harus mempertanggung jawabkan apa yang diperbuat atau yang tidak diperbuatnya.
Berkatian dengan kebebasan dan tanggung jawab, dalam Syari’at Islam berlaku ketentuan antara lain:
a.      Mengenai janji merupakan kewajiban. Orang yang tidak menepati janji berdosa dan akan diminta pertanggungjawaban.
b.      Setiap manusia adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung jawaban terhaap kepemimpinannya.
c.      Setiap manusia bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.
d.      Setiap perbuatan manusia akan diminta pertanggungjawabannya, baik dunia maupun di akhirat kelak.
e.      Seseorang tidak memikul dosa atau kesalahan yang dilakukan orang lain.
f.        Setiap perkataan, perbuatan dan gerakan serta apa yang tersirat dalam hati tiap diri manusia yang baik atau yang buruk akan dicatat oleh Allah SWT melalui malaikat yang mengawasi makhluk-Nya dan semuanya akan diminta pertantanggung jawaban kelak di akhirat.
g.      Setiap orang pasti akan mendapatkan balasan dari apa yang diperbuatnya, sekecil apapun, baik yang baik maupun yang buruk.

V.     PERLINDUNGAN TERHADAP GURU DAN DOSEN
Dalam Pasal 39 dan Pasal 75 Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di sebutkan bahwa perlindungan terhadap Guru dan Dosen meliputi sebagai berikut:
1.      Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan tinggi wajib memberikan perlindungan terhadap guru dan dosen dalam pelaksanaan tugas.
2.      Perlindungan tersebut meliputi perlindungan hukum, perlindungan profesi, serta perlindungan keselematan dan kesehatan kerja.
3.      Perlindungan hukum mencakup perlindungan terhadap tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik, orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi, dan/atau pihak lain.
4.      Perlindungan profesi mencakup perlindungan terhadap pelaksanaan tugas dosen sebagai tenaga profesional yang meliputi pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, pemberian imbalan yang tidak wajar, pembatasan kebebasan/pelanggaran lain yang dapat menghambat dosen dalam pelaksanaan tugas.
5.      Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana  meliputi perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau resiko lain.
6.      Dalam rangka kegiatan akademik, guru dan dosen mendapat perlindungan untuk menggunakan data dan sumber yang dikategorikan terlarang oleh peraturan perundang-undang.

VI. PENUTUP
Demikianlah beberapa hal tentang profesi guru dan dosen antara tanggung jawab dan perlindungan hukum, oleh karena kurangnya literatur dan terbatas waktu penulisan maka makalah yang sederhana ini tidak luput dari kekurangan. Harapan penulis, semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat untuk para pembaca.
Amien yarabbal alamin

Billahi taufiqy wal-hidayah

                                                    
                                                     Penulis,
                                                     





DAFTAR PUSTAKA


Anomin, Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Guru dan Dosen, Nuansa Aulia, Bandung, 2006

C.S.T Kansil, Pokok-Pokok Etika Profesi Hukum, Jakarta, Pradnya Paramita, 2003, cet.2,

Habeyb, Kamus Populer, Jakarta Centra, cet.12 h.244


K. Bertens, Etika, Jakarta, PT.Gramedia Pustaka Utama, 2001, cet.ke.6.

Magnis Suseno, et.al, Etika Sosial, Buku Panduan Mahasiswa, Jakarta, Gramedia, 1991

Suparman Usman, Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Jakarta, Gaya Media Pratama, 2008, cet. 1

Dan beberapa dokumen lain yang ada sangkut pautnya dengan judul makalah ini.




------------------------




[1] Habeyb, Kamus Populer, Jakarta Centra,cet.12 h.244
[2] K. Bertens, Etika, Jakarta, PT.Gramedia Pustaka Utama, 2001, cet.ke.6,hal.280
[3] CST Kansil, Pokok-Pokok Etika Profesi Hukum, Jakarta, Pradnya Paramita,2003, cet.2,hal.5
[4] Magnis Suseno, et.al, Etika Sosial, Buku Panduan Mahasiswa, Jakarta,Gramedia, 1991 hal.70
[5] C.S.T. Kansil, Pokok-Pokok Etika Profesi Hukum, Jakarta Pradnya Paramita,2003, cet. Ke 2, hal.5
[6] Suparman Usman, Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum di Indonesia. Jakarta, Gaya Media Pratama,2008,cet. 1, hal. 125
[7] K. Bertens, Etika, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2000, cet. K2. 2,hal. 12
[8] Suparman Usman, Opcit.